Virus Corona Mewabah, Pabrik Otomotif Tutup

Spread the love

OTOMAKASSAR.COM, MAKASSAR : Virus Corona yang berawal dari pasar hewan di kota Wuhan, China telah menyebar luas ke 30 provinsi, termasuk wilayah otonomi. Sejak virus tersebut mewabah, otoritas China baru-baru ini menyebut sudah ada 4.500 orang yang terjangkit.

Tercatat sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut. Untuk mencegah penyebarannya yang terus meluas, pemerintah akhirnya menutup kota Wuhan dan 13 kota lainnya di Provinsi Hubei untuk dikarantina.

Mengingat Wuhan adalah pusat industri otomotif, yang diramaikan oleh pabrikan mobil dari berbagai macam merek. Maka dengan adanya virus corona tersebut, beberapa dari mereka memilih untuk stop produksi, dan meliburkan karyawannya.

Seperti yang dilakukan Honda bersama Dongfeng Group. Melansir CNN global, Senin 27 Januari 2020 usaha patungan Honda di Wuhan sudah ditutup sejak virus corona menyebar. Salah satu juru bicara Honda menyebut pabrik akan dibuka 2 Februari 2020.

Pabrik Honda di China

Menurut Reuters, pabrik terbaru Honda yang berdiri April 2019 di Wuhan tersebut dapat memproduksi kendaraan hingga 1,2 juta unit per tahun. Angka tersebut muncul karena penjualan Honda menjanjikan, yang di mana pada 2018 tembus 1,4 juta unit.

Sementara PSA Group yang menjual mobil merek Peugeot dan Citron untuk saat ini telah mengevakuasi karyawannya dari wilayah Wuhan, seperti dilansir Autonews. Di tahun lalu merek mobil asal Perancis tersebut telah menjual 117 ribu mobil di Negeri Tirai Bambu.

Bukan hanya itu, General Motors dan SAIC Motor Group sebagai pabrikan yang memproduksi mobil Wuling, Chevrolet, Cadillac, dan Buick telah memabatasi perjalanan bisnisnya. Dan melindungi 6.000 karyawannya, sesuai perintah dari otoritas setempat.

Terkait soal status pabriknya di Wuhan, GM dan SAIC Motor belum mengungkapkan lebih lanjut apakah produksinya tetap berjalan atau tidak. Berbeda dengan Volkswagen yang tetap menjalankan produksi mobilnya di kota tersebut dan memperingati karyawannya untuk menjaga kebersihan.

Pabrik Renault di China

Sedangkan menurut website resmi Renault, pabrik mereka yang berada di Wuhan memiliki tenaga kerja 2.000 orang dengan kapasitas produksi 300 ribu per tahun. Sejak adanya virus tersebut, saham Renault mengalami kerugian hingga 7 persen, dan satu persen lebih lemah di bursa dagang Paris.

“Kami sedang mempelajari masalah ini secara hati-hati melalui berbagai departemen di China. Kami tentu saja menghormati peraturan pemerintah China,” ujar Juru Bicara Renault, Yamane. (Reuter/100KPJ/*)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply