JuBa Nasional Sokong Hadirnya Pondok Tahfidzz Gratis Di Makassar

Spread the love

Di bulan suci ramadhan, semua pondok Tahfidz Quran yatim dan dhuafa lazimnya menunggu para dermawan datang untuk membawa sekedar nasi atau takjil untuk mereka makan. Tapi, tidak dengan Pondok Yatim Tahfidzul Qur’an Daarussa’adah satu ini.

Berbekal sokongan Komunitas Jumat Berbagi (JuBa) Nasional yang sudah hadir di 10 Kota di Indonesia, Pondok Yatim Tahfidz Quran mampumampu hadirkan pendidikan gratis kepada warga miskin di Makassar.

Berawal dari hati yang ikhlas untuk berbagi nasi kuning bagi kaum miskin dan dhuafa menjadi tonggak sejarah berdirinya
JuBa (Jumat Berkah) Nasional. Adalah, Yusrin Yunus dan Lilyana Djafri sebagai pencetus lahirnya JuBa Nasional pada Mei 2017 silam yang kini sudah hadir di 10 Provinsi di Tanah Air. Ke-10 Provinsi itu masing-masing berada di Pulau Sulawesi dan Gorontalo, Jawa, Kalimantan hingga Ambon.

Komunitas JuBa Nasional yang telah memiliki lebih dari 1.000 orang donatur dan simpatisan di seluruh Tanah Air itu, juga bahkan telah berkontribusi besar melahirkan lembaga pendidikan berbasis Islam, yakni Pondok Yatim Tahfizul Qur’an Daarussa’adah. Bukan itu saja, lembaga pendidikan Al Quran ini pun dikhususkan bagi warga miskin di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pondok Yatim Tahfidzul Qur’an yang berdiri 10 Oktober 2021 itu kini telah memiliki santri sebanyak 30 santri yang umumnya anak-anak tergolong terbelakang secara ekonomi. “Sudah menjadi tanggungjawab Ummat muslim untuk berjuang dijalan Allah. Karena, mengajar dan mendidik anak, apalagi anak yang kurang mampu adalah wujud fisabilillah,” kata Lilyana Djafri.

Berdiri di atas tanah seluas 187 meter itu, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Daarul Yataama Wal Huffaadz telah
beroperasi sejak Oktober 2021. Dan, berkat sifat dermawan Bapak Drs H Abdurrahan atas ijin Allah, telah mewakafkan assetnya senilai Rp 1,2 Milyar untuk dimanfaatkan untuk kegiatan amal dan sosial kepada Yayasan. “Alhamdulillah asset Wakaf diawal tahun 2022, secara legal diserahkan untuk kepentingan Ummat melalui Yayasan yang telah kami dirikan sebelumnya,” kata Lilyana Djafri, pencetus lahirnya lembaga pendidikan Al Qur’an ini.

Lembaga Pendidikan Quran Gratis

Kelebihannya Pondok ini dibanding pondok tahfidz lain, Pondok Yatim Tahfidzul Quran Daarussa’adah secara operasional dapat secara mandiri dan cuma-cuma (Gratis). Pondok Yatim Daarussa’adah ini telah ditopang dengan kegiatan sosial keagamaan yang telah eksis selama 5 tahun dalam menghimpun dana sosial dan kemanusiaan. “Lewat Komunitas Juba Nasional yang telah memiliki 10 cabang disejumlah Provinsi seperti di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Ambon. Melalui kegiatan Jumat Berbagi,” kata
Yusrin Yunus, Koordinator Nasional JuBa Nasional sekaligus juga sebagai Pendiri Yayasan tersebut.

Tak tanggung-tanggung, pondok yang berlokasi di jalan Andi Djemma Makassar ini, tidak hanya berbagi kepada sesama yatim dan dhuafa di lokasi sekitar, tetapi juga ke daerah-daerah lain di Nusantara ini.  “Sejak awal berdirinya, ide utama yang ingin kami tanamkan adalah anak yatim dhuafa di pondok kami akan dididik tidak sekedar hanya bisa menerima bantuan saja alias tangan di bawah. Tapi anak anak harus bisa menerapkan prinsip ‘tangan di atas’,” ungkap Yusrin Yunus.

Tak heran, program-program yang diluncurkan Pondok Tahfidz ini pun selain pendidikan umum dan agama juga program program berbasis keterampilan tiga bahasa (Arab, Inggris dan Jepang) serta keterampilan mengolah kue, dan keterampilan lainnya.

Selain itu Yayasan sebagai payung hukum dari Pondok Tahfidz ini telah memiliki usaha keagenan air galon Al-Ma, dan distribusi telor ayam. Dan kedepannya, Yayasan memiliki visi untuk terlibat dikegiatan usaha koperasi, peternakan, lahan kebun hingga klinik kesehatan.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply