Dengan Webinar, Sekolah Amil Zakat Jadi Lebih Murah Meriah

Spread the love

OTOMAKASSAR – Pertemuan saya dengan Sekjen Forum Zakat (FOZ) Mas Sabeth Abilawa tidak berlangsung lama. Hanya setengah jam saja. Hujan sedari pagi membuat jalanan di kota Jakarta macet di sejumlah ruas. Butuh waktu dua jam dari kantor pusat Lazismu di Menteng hingga kantor Dompet Dhuafa di Pejaten.

Jadwal pertemuan dengan Mas Sabeth akhirnya molor dari pukul 15.00 menjadi pukul 16.00. Terlambat satu jam! Beruntung tim teknik W-Academy sudah tiba di kantor Dompet Dhuafa sejak pukul 14.00. Tanpa kehadiran saya pun, demo webinar berlangsung dengan lancar.

Agenda pertemuan saya dengan Mas Sabeth Senin sore memang untuk membahas peluang pemanfaatan aplikasi webinar untuk training jarak jauh.

Dompet Dhuafa sendiri sudah menggunakan webinar. Tetapi, praktiknya masih banyak kendala. Misalnya, koneksi sering putus. Selain itu, kualitas videonya kurang bagus. Mas Sabeth ingin membandingkan hasil tayangan webinar yang digunakan di W-Academy.

Ketika saya mengetuk pintu ruang rapat di lantai tiga, Mas Sabeth sudah selesai mematikan laptopnya. Tim teknik W-Academy juga telah rampung berkemas. Kabel-kabel sudah digulung rapi.

Hasil Memuaskan

“Demo sudah selesai dengan hasil yang memuaskan. Koneksi lancar, kualitas audio dan video bagus. Ditonton melalui layar proyektor tidak pecah. Dialog dengan peserta lain juga berlangsung tanpa kendala,” kata Mas Sabeth.

“Yang lebih penting memang demo webinarnya karena itu tim W-Academy saya minta datang pukul 14.00,” jawab saya untuk menutupi rasa malu karena terlambat satu jam.

Dalam demo live webinar tersebut, Mas Sabeth yang berperan sebagai host menjalin komunikasi dengan dua narasumber lain yang bertugas sebagai satellite dan attendee. Pemeran host dan satellite berada di kantor Dompet Dhuafa. Sedangkan pemeran attendee berada di kantor Ciputat, Tangerang Selatan.

Berangkat dari hasil demo tersebut Mas Sabeth menyambut gagasan saya untuk memanfaatkan aplikasi webinar sebagai aplikasi sekolah amil zakat profesional. Webinar menjadi solusi penghemat waktu bagi para pengajar yang mayoritas berdomisili di Jakarta dan solusi penghemat biaya bagi amil zakat di daerah.

“Sekolah amil zakat sebenarnya gagasan yang sudah lama ingin kami kembangkan. Tetapi kendalanya saat itu adalah mahalnya biaya. Nah dengan adanya webinar, gagasan itu perlu dihidupkan lagi,” jawab Mas Sabeth.

Tanpa webinar, FOZ sebenarnya sudah menjalankan praktik sekolah zakat melalui pelatihan-pelatihan offline. Tetapi, pengajar harus roadshow dari kota ke kota yang memakan waktu. Amil peserta pelatihan pun harus menanggung biaya akomodasi seperti tiket perjalanan dan hotel yang tidak murah.

“Ini membebani lembaga penyelenggara dan lembaga amil zakat. Terutama lembaga yang belum memiliki kemampuan finansial yang baik,” lanjut Mas Sabeth.

Solusi Terbaik

Padahal, tanpa pelatihan, transfer of knowledge sulit terjadi. “Sekolah amil zakat profesional dengan memanfaatkan teknologi informasi menjadi kebutuhan dan webinar adalah solusi terbaik saat ini,” papar Mas Sabeth.

Agar tidak menambah beban biaya dan menghemat waktu, saya menawarkan kampus W-Academy di Perumahan Tanjung Barat Indah, Jalan TB Simatupang, sebagai pusat pelatihan.

Kampus ini memiliki ruangan yang bisa menampung 50 peserta dalam kelas offline untuk peserta dari wilayah DKI Jakarta. Untuk wilayah lain, pelatihan menggunakan sistem online dengan aplikasi webinar. Apalagi W-Academy sudah bisa dioperasikan mulai awal Maret mendatang.

“Ide yang bagus. Coba dirancang konsepnya, saya akan bawa ke dalam rapat dengan kawan-kawan FOZ,” jawab Mas Sabeth.

Akselerasi. Itulah isu di balik rencana sekolah amil zakat profesional. Lembaga amil zakat memang membutuhkan percepatan dalam membekali para amil zakat dengan pengetahuan dan pengalaman dalam manajemen lembaga maupun program kerja agar potensi besar zakat, infak dan sedekah bisa dikelola untuk kemaslahatan yang lebih hebat lagi.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply