80 Persen Nasabah Restrukturisasi Dari Kelompok Perorangan

Spread the love

OTOMAKASSAR.COM, JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang melonggarkan pembayaran pinjaman kredit (restrukturisasi), ternyata menimbulkan multitafsir di masyarakat. 80 persen kelompok perorangan yang mengajukan restrukturksasi pinjaman.

Pekan keempat setelah Pemerintah menetapkan Covid-19 masuk ke Indonesia, (3/3), pemerintah pun memberi stimulus sebagai upaya intervensi dalam menekan dampak negatif Covid-19 terhadap daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi yang berdampak pada usaha UMKM.

“Restrukturisasi pinjaman masih banyak disalahartikan dimasyarakat, namun pada prakteknya tdk seperti itu. Realisasi diberikan dan dijalankan OJK (otoritas jasa keuangan) diprioritaskan kepada konsumen yg terdampak, seperti UMKM, sektor pariwisata. Mereka boleh ajukan dengan syarat2 yg ditetapkan OJK,” kata Arif Reza Fahlepi, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head Mandiri Tunas Finance, pada Meeting Online, Selasa (7/4).

Kepada puluhan wartawan yang terhimpun dalam Forum Wartawan Otomotif (Forwot), Arif mengatakan bahwa Mandiri Tunas Financial (MTF) sendiri, sudah menerapkan dan membuat formulir agar pengajuan restrukturisasi pinjaman dapat dilaksanakan dengan mendownload diwebsite MTF.

Lanjut Arief mengatakan bahwa yg terdampak Covid-19 yg bisa mengajukan restrukturisasi. Ada proses assesment (penelitian), yabg menyatakan kreditur benar-benar terdampak, unik kendaraan masih ada atau tidaknya.

“Jadi harus sesuai dengan pemohon kredit, history pembayaran juga dilihat. Kalau sebelum Covid-19, kreditur lalai dalam memenuhi tanggungjawabnya, maka kreditur tersebut tidak memenuhi syarat untuk lakukan restrukturisasi.

Dominasi Kelompok Perorangan

Memasuki pekan keempat pandemi Covid-19, dari 2.000 nasabah yang mendaftar untuk restrukturisasi pinjamannya atau 80 persen diantaranya golongan individu dan sisanya golongan corporate.

Adapun golongan corporate terdampak seperti perusahaan PO bus pariwisata antar kota, karena kelompok Covid-19 berdampak kurangnya penumpang. Demikian halnya perseorangan, misalnya seorang karyawan hotel, karena tamu sepi, yang biasa dapat insentif namun akibat Covid-19, pendapatan drop, yang bersangkutan dapat mengajukan restrukturisasi jika memiliki pinjaman diperbankan atau lembaga keuangan lainnya.

Berikut syarat nasabah yang akan mengajukan restrukturisasi pinjaman antara lain : KTP, KK, Surat Nikah, Foto diri dll. Setelah dan kendaraan (bila pembiayaan kendaraan), baik melalui online atau pun ke kantor pembiayaan, permohonan akan diproses selama 7 hari kerja serta penundaan bayar 3 – 6 bulan atau maximal 1 tahun kemudian.
jadwalan kredit .

Arif juga menjelaskan, prinsip dasar lembaga pembiayaan adalah memberi kemudahan, dengan tetap menjaga resiko. Dengan resiko Covid-19 sekarang ini, maka dari sisi multifinance juga tidak mau ambil risiko tinggi. Kita juga menahan diri utk memberikan pinjaman kepada konsumen baru.

“Dewasa ini, kalaupun kita buka bisa dengan DP 20 persen, namun sekarang ini sepertinya naik.Sejauh ini MTF memberlakukan kebijakan DP 40 persen, belum sampai angka 50 persen untuk new customer,”katanya.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply