Klinik Apung LAZISMU Jadi Armada ke-81 Samudera Indonesia

Spread the love

OTOMAKASSAR – Mengelola sebuah kapal ternyata tidak semudah dalam bayangan kebanyakan orang yang umumnya mengira seperti mengurus sebuah mobil.

Ternyata tidak sesederhana itu. Aspek risiko terhadap kapal dan penumpang kapal jauh lebih tinggi ketimbang angkutan darat. Karena itu, Klinik Apung Said Tuhuleley milik Lembaga Amal Zakat dan Infaq Muhammadiyah (LAZISMU), harus dimanajemeni secara teknik oleh orang yang ahli.

Beruntung, ada Ken Narotama yang secara sukarela menyediakan diri untuk membantu mengelola. Klinik Apung Said Tuhuleley akan dijadikan “anak angkat” oleh Ken sehingga perawatan dan perbaikannya terjamin sepanjang usianya.

Siapa Ken? Usianya baru 40 tahun. Penampilannya masih seperti anak muda, dia adalah komisaris PT.Samudera Indonesia Tbk, salah satu operator pelayaran nasional yang terbesar di Tanah Air.

Samudera Indonesia didirikan seorang pengusaha pribumi, Soedarpo Sastrosatomo yang dijuluki raja kapal Indonesia. Ken merupakan cucu Pak Soedarpo.

Samudera Indonesia mengoperasikan kapal sebanyak 80 buah di seluruh Indonesia. Dengan status “anak angkat”, Klinik Apung Said Tuheley akan menjadi armada ke-81.

Atasi Kesulitan Teknik

“Klinik Apung Said Tuhuleley bisa menggunakan semua fasilitas, jaringan kantor pelanan dan karyawan Samudera Indonesia di seluruh nusantara untuk membantu semua kesulitan tekniknya,” kata Ken ketika berkunjung ke kantor pusat LAZISMU, Kamis pagi kemarin.

Perhatian Ken kepada LAZISMU bukan baru sekali ini. Sejak memimpin perusahaan distribusi gas di Jawa Timur, Ken juga telah menyalurkan donasi perusahaan melalui LAZISMU.

Meski Ken sudah tidak memimpin lagi, kegiatan donasi perusahan tersebut masih berjalan. Tahun ini, genap 8 tahun perusahaan tersebut menyalurkan dana sosialnya melalui LAZISMU. Awalnya hanya terbilang ratus juta rupiah. Sejak tiga tahun terakhir sudah berbilang miliar rupiah. Alhamdulillah. Selalu ada jalan untuk niat baik.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply